Tahukah Anda bahwa Dosa Terkecil RIBA adalah sama dengan DOSA SEPERTI MENZINAHI IBU KANDUNG SENDIRI !!??. SAATNYA MERDEKA DARI RIBA, BELI RUMAH TANPA RIBA, TANPA RIBET, Tanpa Bank, Tanpa BI Checking. Tanpa DENDA. Tanpa SITA, Tanpa FINALTI, Tanpa Premi ASURANSI, Tanpa biaya-biaya lain yang tersembunyi di awal !!!

Cari Blog Ini

Untung-Rugi Membeli Rumah Inden dan Ready Stock

Properti merupakan instrument investasi yang sangat menggiurkan. Salah satu jenis properti yang paling diburu oleh masyarakat adalah rumah, jika dibandingkan dengan jenis properti yang lain, rumah masih menjadi idola karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika dibandingkan apartemen.

Dalam perkembangannya, saat ini ada dua skema untuk membeli rumah, yakni membeli rumah dalam status sudah jadi (ready stock) atau inden. Seperti kita ketahui, rumah ready stock adalah rumah yang dibeli dalam kondisi sudah jadi dan siap untuk ditinggali, sementara membeli rumah dengan sistem inden berarti Anda memesan rumah dari awal, namun belum bisa ditempati karena rumah belum selesai dibangun.

Lantas dari kedua skema tersebut mana kah yang lebih untung?. Nah bagi Anda yang ingin mengetahui untung-rugi membeli rumah inden dan ready stock berikut ulasannya :   



Rumah Inden



Ilustrasi : Rumah Inden, Rumah belum dibangun, di lokasi masih lahan kosng
foto : Kampoeng Syariah


Kelebihan Rumah Inden :

Biasanya Pengembang yang menawarkan rumah inden, menjual rumah lebih murah jika dibandingkan dengan rumah ready stock. Perbandingan harganya pun cukup besar, tergantung dari lokasi rumah tersebut dibangun.
Selain itu, biasanya Developer juga akan menawarkan berbagai promo menarik, seperti promo cicilan DP, atau hadiah undian.
Pembeli rumah inden juga bisa lebih bebas menentukan posisi rumah dan arah rumah.
Dengan kondisi inden, maka Pembeli pun bisa melihat langsung proses pembangunan beserta material yang digunakan apakah sesuai tidaknya dengan yang dijanjikan Developer. 
    
Kekurangan Rumah Inden :

Karena berstatus belum dibangun, maka Pembeli rumah tidak bisa langsung menempati rumah yang dibelinya. Lama waktu pembangunan rumah sendiri sangat bervariatif tergantung kesiapan developer, ada yang menawarkan 12 bulan masa pembangunan, hingga 24 bulan.
Memilih membeli rumah dengan sistem inden sebenarnya lebih berisiko, karena bisa saja Pengembang gagal membangun proyek, untuk itu bagi mereka yang ingin menggunakan sistem ini harus benar-benar memperhatikan track record Pengembang,  
Risiko lain yang bisa didapatkan adalah, Pembeli bisa saja mendapatkan rumah yang tidak sesuai dengan brosur, mulai dari ukuran, spesifikasi atau pun letak unit.    



Rumah Sudah Jadi (ready stock)



Ilustrasi Rumah Ready Stock. Foto : Kampoeng Syariah

Keuntungan Rumah Ready Stock  :

Pembeli bisa melihat langsung kondisi fisik bangunan, sehingga bisa menyesuaikan apakah struktur bangunan dan bahan material rumah sudah sesuai dengan yang diinginkan.    
Pembeli bisa langsung menempati rumah yang dibelinya.
Karena rumah sudah dibangun, berarti sudah memiliki surat-surat yang lengkap seperti sertifikat tanah dan IMB.


Kekurangan Rumah Ready Stock :

Harga jual lebih mahal jika dibandingkan rumah inden.
Tidak bisa fleksibel untuk memilih posisi rumah.  

Kesimpulan :
Membeli rumah inden sebenarnya sangat digemari oleh mereka para Investor, karena selain harganya lebih murah, investor juga bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga jual rumah sebesar 10% -20% hingga rumah selesai dibangun. 
Namun bagi mereka yang ingin mengambil rumah inden harus benar-benar selektif memilih Pengembang untuk menghindari terjadinya gagal pembangunan proyek.
Sementara untuk rumah yang sudah jadi atau ready stock, rumah ini sangat cocok bagi mereka yang ingin langsung menempati rumah, contohnya untuk pasangan muda yang baru menikah.  


sumber : lamudi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Properti Terbaru